7 Makanan yang Harus Dihindari oleh Semua Ibu Hamil

Posted on
Makanan yang dijauhkan dari Ibu Hamil
Makanan Dilarang untuk Ibu hamil

Ketika anda mulai memasuki masa kehamilan, maka ada baiknya untuk selalu memperhatikan asupan makanan setiap harinya, mengingat pola makan pun bisa berefek pada janin di dalam kandungan anda. Pemilihan asupan makanan yang asal-asalan dan tanpa perhitungan bisa membahayakan baik diri anda maupun bayi anda, sehingga tak jarang bila seorang ibu mengalami keguguran kandungan diakibatkan oleh asupan makanan tertentu.

Bahkan menurut seorang ahli diet terdaftar bernama Liz Weinandy, RD, dari Ohio State University Wexner Medical Center mengatakan bahwa pilihan makanan apapun yang anda konsumsi selama masa kehamilan akan berefek jangka panjang terhadap bayi yang tengah anda kandung.

Meskipun terdapat sekali berbagai macam makanan yang baik untuk keselamatan anda dan bayi anda selama masa kehamilan, tetapi harus tetap berhati-hati karena anda pun masih bisa menemukan berbagai macam makanan yang bisa memberikan efek sebaliknya terhadap kesehatan anda.

Nah, di artikel kali ini, kami hanya akan membahas beberapa makanan terburuk yang harus anda hindari oleh semua ibu hamil, termasuk anda. Dan berikut adalah daftarnya.

1. Daging Olahan Yang Dibakar

Daging olahan bakar ini beragam bentuknya. Ada yang berbentuk sate, steak, kebab, daging deli dan lainnya.  Untuk daging deli merupakan sejenis daging olahan yang telah dipotong atau diiris menjadi lembaran halus (termasuk bahan kebab). Meskipun kita semua sudah tahu bahwa daging telah diproses sebelumnya. Tetapi lebih baik dihindari karena dikhawatirkan pengolahan yang tidak sempurna (dibakar/dipanggang) menyebabkan bakteri yang berbahaya belum mati dengan sempurna. selain itu daging yang dibakar / dipanggang mengandung radikal bebas yang lebin banyak dibandingkan daging yang diolah lainnya. dan juga daging ini mengandung kadar lemak jenuh tinggi,

Daging olahan dengan dibakar atau dipanggang  merupakan makanan yang buruk untuk anda yang tengah memasuki masa kehamilan.  Hal ini karena daging cenderung membawa listeria, yaitu sejenis bakteri yang dapat menyebabkan anda menderita sebuah penyakit yang disebut dengan listeriosis. Menurut seorang dokter kandungan bersertifikat bernama Christine Greves, MD, dari Winnie Palmer Hospital for Women and Babies menjelaskan bahwa gejala dari penyakit ini bisa berupa demam, sakit kepala, leher kaku, dan diare.

Baca Juga   7 Cara Luar Biasa Agar Terhindar Dari Gangguan Penyakit Otak

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga menambahkan bahwa listeria sendiri bisa sangat berbahaya bagi para ibu hamil karena dapat menyebabkan mereka mengalami keguguran, kelahiran mati (stillbirth), persalinan prematur, atau bahkan menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa bayi anda.
Jadi untuk alasan inilah, anda harus menghindari daging bakar/panggang maupun jenis daging olahan lainnya (seperti sosis) agar keselamatan bayi anda tetap terjamin. Sebagai gantinya, anda bisa mengkonsumsi dada ayam yang anda masak sendiri karena anda masih tetap membutuhkan asupan protein dari sumber hewani.

2. Keju Mentah yang Belum Dipasteurisasi

Pasteurisasi merupakan sebuah proses yang menggunakan suhu panas untuk menghancurkan patogen dalam makanan. Untungnya, keju dan jenis produk susu lainnya yang dijual banyak di Indonesia biasanya telah menjalani pasteurisasi terlebih dahulu. Tetapi tetap jangan lengah, karena masih terdapat beberapa produk yang masih belum menjalani proses tersebut.

Sama halnya seperti daging point no. 1, keju yang belum dipasteurisasi beresiko membawa listeria untuk anda, sehingga bisa membuat anda dan bayi dalam janin anda menjadi sakit. Jadi, setiap kali anda ingin membeli produk keju di pasaran, selalu perhatikan labelnya dan pastikan makanan tersebut telah benar-benar menjalani proses pasteurisasi.

3. Seafood dan Sushi Makanan Mentah atau Setengah Matang

Daging ikan mentah atau  setengah matang, seperti sushi biasanya beresiko membuat anda mengalami keracunan akibat salmonella. Menurut CDC, di Amerika saja telah terjadi lebih dari 450 kasus kematian setiap tahunnya yang disebabkan oleh bakteri tersebut. Salmonella sendiri dapat menyebabkan anda mengalami diare, demam, dan kram perut.

Bagi para ibu hamil efek dari infeksi tersebut bahkan bisa menjadi tambah parah, karena bakteri tersebut bisa langsung mempengaruhi bayi dalam janin anda. Ketika salmonella tersebut menyebabkan anda mengalami diare, maka anda pun beresiko terkena dehidrasi yang bisa menjadi kontributor utama rahim anda mengalami kontraksi sebelum waktunya, sehingga membuat anda mengalami kelahiran prematur atau bahkan keguguran.

Baca Juga   Cara Memutihkan Wajah Secara Mudah Dengan Bahan Alami

4. Beberapa Jenis Ikan Laut

Beberapa jenis ikan besar seperti ikan todak dan hiu mengandung kadar merkuri yang sangat tinggi, sehingga membuatnya menjadi jenis makanan yang harus anda hindari sepenuhnya ketika tengah menjalai periode kehamilan. Paparan merkuri tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada sistem saraf pusat bayi anda, sehingga nantinya beresiko mengalami gangguan motorik, intelektual rendah, dan psiko-sosial.

Anda tidak perlu menghindari semua jenis ikan, karena masih terdapat beberapa jenis ikan laut yang mengandung kadar merkuri rendah yang bisa ditoleransi oleh tubuh anda. Beberapa yang direkomendasikan oleh para ahli diantaranya salmon dan sarden yang kaya akan kandungan asam lemak omega-3 menyehatkan.

5. Makanan Laut yang telah Diasapi

Berbeda dengan pemilihan ikan dengan kadar merkuri tinggi dan rendah, ikan yang telah diasapi – apapun jenis ikan tersebut – haruslah benar-benar anda hindari sepenuhnya. Seperti halnya daging deli, makanan laut atau seafood yang telah diasapi beresiko mengandung listeria.

Tetapi jika anda benar-benar menyukai makanan ikan, selalu hati-hati dalam memilihnya. Sekali lagi, pilihlah makanan ikan atau seafood yang mengandung kadar asam lemak omega-3 ‘tanpa diasapi’ terlebih dahulu sekaligus rendah akan kadar merkuri seperti yang sudah dijelaskan di atas.

6. Telur Mentah atau Setengah Matang

Kebanyakan makanan mentah harus anda hindari sepenuhnya ketika anda tengah menjalani periode kehamilan, dan telur tidak luput darinya. Meskipun termasuk ke dalam makanan super dan menyehatkan, telur mentah atau setengah matang masih beresiko mengandung salmonella yang mengerikan. Perlu diperhatikan juga bahwa tidak hanya telur utuh yang harus anda waspadai, juga beberapa makanan yang mengandung telur mentah pun harus anda hindari atau kurangi porsinya.

Baca Juga   Diet Pepaya, Ampuh Menurunkan Berat Badan Dalam 7 Hari

7. Kerang dan Tiram Mentah

Faktanya, sebagian besar penyakit yang berasal dari makanan laut disebabkan oleh kerang mentah atau setengah matang. Proses pemasakan sebenarnya mampu mencegah anda terkena berbagai macam infeksi, sehingga sangatlah bijaksana jika anda seorang ibu hamil untuk selalu melakukan proses memasak terlebih dahulu sebelum menyantap berbagai macam makanan, termasuk kerang dan tiram.

Kerang dan tiram mentah sendiri bisa menyerang mereka yang memiliki tubuh kuat dan sehat, apalagi seorang ibu yang tengah menjalani periode kehamilan. Resiko dari efek gangguan dan gejalanya bisa berkali-kali lipat dan dapat membahayakan bayi yang tengah anda kandung.

7. Sayuran Mentah atau Setengah matang

Lagi-lagi jenis makanan mentah yang harus anda hindari sepenuhnya. Pada dasarnya, sayuran didalam makanan salad atau karedok dan gado-gado termasuk kecambah seperti tauge memanglah menyehatkan untuk tubuh anda, itupun jika anda mengkonsumsinya ketika sedang tidak menjalani periode kehamilan.

Sayuran mentah sendiri masih rentan mengandung bakteri salmonella yang dapat membahayakan bayi yang tengah anda kandung. Saran para ahli pun cukup jelas dan singkat, yaitu ‘hindari sepenuhnya’, karena memiliki resiko tinggi telah terkontaminasi oleh bakteri tersebut.

Jika anda telah terlanjur mengkonsumsi beberapa makanan yang telah dijelaskan di atas, maka jangan buru-buru panik. Tetap perhatikan tanda dan gejalanya, apakah terdapat perubahan tertentu, atau malah anda merasakan beberapa kondisi yang kurang mengenakkan?

Jika tidak, maka makanan yang telah terlanjur dimakan tersebut kemungkinan besar belum terkontaminasi oleh kedua bakteri berbahaya tersebut. Tetapi jika anda mulai mengalami beberapa tanda seperti yang sudah dijelaskan di atas, segera periksakan diri anda ke dokter secepatnya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Gravatar Image
Seorang Herbalis yang sedang belajar menjadi praktisi thibbun nabawi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *