Efek Samping Yang Tidak Baik Dari Susu Sapi Untuk Dewasa, Bayi, dan Anak-Anak

Posted on
efek samping susu sapi
Sisi Negatif Susu Sapi

Susu sapi sangat menyehatkan, bukan? Selain sudah dikenal mampu meningkatkan pertumbuhan seseorang, juga dapat memperkuat kulang karena kandungan kalsiumnya yang sangat melimpah dan memadai. Tetapi sayangnya, teori tersebut selalu tidak sepenuhnya benar, terutama jika susu sapi tersebut dikonsumsi terlalu berlebihan.

Pada dasarnya, Anda bisa menemukan berbagai macam jenis susu yang dijual di pasaran, dimulai dari susu kemasan, susu murni, atau susu yang telah mengalami pasteurisasi maupun yang belum. Selain itu, produk susu yang dijual tidak hanya diproduksi oleh sapi saja, melainkan bisa dari kambing atau bahkan jenis nabati seperti beras, almond, dan kacang kedelai.

Tetapi berbeda dengan kebanyakan jenis susu, sejenis gula yang ditemukan dalam susu sapi bernama laktosa bisa menyebabkan Anda terkena efek samping yang tidak menyenangkan. Bahkan menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease mengatakan bahwa salah satu efek samping dari laktosa tersebut bisa mempengaruhi sistem pencernaan Anda secara negatif.

Efek Samping Susu Terhadap Kebanyakan Orang

Tentu saja, efek samping ini bisa terjadi jika Anda mengkonsumsi terlalu banyak susu sapi, atau merasa intoleran terhadap laktosa yang terkandung di dalamnya. Lantas, hal mengerikan apa yang bisa Anda alami tersebut? Berikut adalah efek samping dari mengkonsumsi susu untuk kebanyakan orang.

1. Sakit Perut

Sakit perut bisa terjadi ketika lapisan perut Anda teriritasi oleh laktosa yang ditemukan dalam susu sapi, yang biasa disebut sebagai iritasi perut. Efeknya, kemungkinan besar usus Anda akan mengalami kram. Para tim ahli biasanya akan menyarankan atau memberikan obat yang dapat memecah laktosa yang telah Anda konsumsi demi menghilangkan iritasi yang menyebabkan Anda terkena gangguan berupa sakit perut tersebut.

2. Mual

Sama halnya seperti sakit perut, mual juga bisa terjadi ketika perut Anda menjadi teriritasi oleh laktosa yang terdapat dalam susu. Anda juga kemungkinan akan mengalami muntah-muntah. Untuk penangannya, segera berhenti minum susu sapi secara total dan menggantinya dengan alternatif lain.

Baca Juga   Manfaat Buah Manggis Bagi Kesehatan

3. Gas Berlebih

Masih berbicara mengenai laktosa yang mengiritasi perut Anda, gas berlebih dalam perut juga bisa Anda alami jika mengkonsumsi susu manis yang satu ini. Gejala dari gas berlebih ini bisa membuat perut Anda menjadi membesar dan celana Anda menjadi begitu terasa sempit. Perut kembung ini bisa diatasi jika Anda berhenti minum susu sapi.

4. Perut Kembung

Perut yang kembung bisa dikaitkan dengan gas berlebih yang terdapat dalam perut Anda. Lagi-lagi, gejalanya bisa membuat perut Anda menjadi nampak lebih membesar. Efek samping ini pun masih disebabkan oleh laktosa yang terdapat dalam susu sapi tersebut. Segera berhenti mengkonsumsi susu sapi secara total. Jika efek samping tersebut terus berlanjut, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

5. Diare

Diare terjadi ketika usus mengalami kram dan zat padat di dalamnya dikeluarkan secara paksa dan cepat dari rektum Anda. Tentu saja, kandungan laktosa dalam susu sapi menjadi penyebab dari efek samping yang satu ini. Jika diare tersebut tetap terus berlangsung selama beberapa hari meskipun Anda telah berhenti minum susu, segera hubungi dokter. Biasanya kebanyakan orang mengalami diare ini disebabkan oleh intoleransi terhadap laktosa.

Efek Samping Terhadap Bayi dan Anak

Sudah banyak orang mengatakan bahwa susu sapi baik untuk anak-anak. Tetapi sayangnya, tidak semua hal tersebut benar. Terutama jika diberikan kepada seorang bayi. Meskipun sebagian kecil masih bisa membantu pertumbuhannya, tetapi jangan lupakan efek samping yang mungkin bisa diberikan.

1. Diabetes Tipe-1

Protein memang sangatlah dibutuhkan oleh anak-anak. Tetapi susu sapi memiliki lebih banyak protein hewani dan diantaranya malah dapat merangsang reaksi autoimun pada bayi sehingga beresiko terkena diabetes tipe-1. Beberapa penelitian sendiri telah menunjukkan bahwa bayi yang tidak mengkonsumsi susu sapi (karena mendapatkan asupan ASI yang cukup) cenderung mengalami penurunan resiko terkena diabetes tipe-1 daripada mereka yang mengkonsumsinya.

Baca Juga   9 Makanan Terbaik Untuk Menurunkan Berat Badan dan Menjaganya Agar Tetap Ideal

2. Pertumbuhan Hormon

Pada dasarnya, pertumbuhan hormon sangatlah baik untuk anak-anak. Tetapi sayangnya, hormon pertumbuhan yang dimaksudkan untuk bayi sapi berbeda dengan hormon pertumbuhan yang dibutuhkan oleh bayi manusia. Takarannya, susu sapi bisa memberikan sekitar bobot 1 kg terhadap sapi yang sedang tumbuh, tetapi bagi bayi manusia itu sama halnya memberikan tingkat pertumbuhan lebih banyak hingga 40 kali lipat.

Susu sapi mengandung faktor pertumbuhan seperti insulin, yang disebut dengan IGF-1. Tubuh kita pun sebenarnya sudah mampu memproduksi IGF-1 tersebut, tetapi ketika Anda mengkonsumsi susu sapi maka secara otomatis produksi IGF-1 akan mengalami peningkatan hingga 10%. Jika di dalam tubuh sudah terdapat kerusakan sel yang diakibatkan oleh zat karsinogenik, maka pertumbuhan ekstra tersebut akan menjadi penyebab terjadinya sel kanker.

3. Kasein Bisa Menjadi Karsinogen

Anda mungkin pernah mendengar kasein, yaitu protein utama yang terdapat dalam susu sapi. Banyak penelitian telah menemukan bahwa kasein telah menjadi karsinogen paling relevan yang pernah diidentifikasi.

Karsinogen sendiri merupakan sejenis zat kimia yang bisa mempromosikan mutasi genetik dan menyebabkan kanker.

4. Kalsium Tidak Begitu Bagus Untuk Tulang Bayi

Kita seringkali diberitahu bahwa kalsium sangatlah baik untuk tulang anak-anak maupun orang dewasa. Tetapi sayangnya, beberapa penelitian malah memberikan efek sebaliknya, dimana mereka mengatakan bahwa mengkonsumsi terlalu banyak kalsium dalam susu sapi malah akan meningkatkan resiko Anda terkena patah tulang. (sumber:Washington Post)
Memang betul jika kalsium bisa sangat baik untuk Anda – dan bahkan tubuh Anda benar-benar membutuhkannya. Tetapi tipe kalsium yang dimaksud merupakan jenis yang bersumber dari tanaman yang lebih mudah diserap oleh tubuh Anda.

5. Konstipasi

Ada banyak sekali masalah konstipasi yang terjadi pada anak-anak. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa dengan cara menghilangkan produk susu dari pola makan anak-anak, maka bisa berhasil menyembuhkan konstipasi tersebut hingga 100%. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh alergi protein dalam susu sehingga bisa menyebabkan seorang anak atau bayi mengalami konstipasi kronis.

Baca Juga   Cara Memutihkan Wajah Secara Mudah Dengan Bahan Alami

Resiko Lainnya

Intoleransi terhadap laktosa bisa terjadi terhadap orang-orang yang tidak memiliki cukup enzim yang diperlukan untuk memecah jenis gula tersebut sehingga membuatnya tidak mampu dicerna dengan baik. Sayangnya, tidak terdapat takaran pasti karena tiap individu memiliki kadar toleransi laktosa yang berbeda-beda.

Selain itu, kemungkinan Anda pun bisa mengalami alergi yang sama sekali berbeda dari intoleransi laktosa. Kondisi ini lebih mengacu pada reaksi sistem kekebalan tubuh yang abnormal, sehingga imun tubuh Anda tersebut akan memproduksi antibodi alergi seperti immunoglobuin E (IgE).

Beberapa gejala yang mungkin Anda alami saat terkena alergi susu sapi diantaranya:

  • Asma
  • Eksim
  • Pendarahan
  • Pneumonia, hingga
  • Reaksi fatal yang dapat memicu syok anafilaksis yang akan membahayakan diri Anda.

Sementara itu, satu lagi kondisi yang mungkin Anda alami adalah sensitivitas kasein, yaitu protein utama dalam susu. Kondisi ini pun jauh berbeda dengan intoleransi dan alergi karena cenderung dapat menyebabkan peradangan di seluruh tubuh Anda. Gejala dari sensivititas kasein bisa mencakup sinus tersumbat, jerawat, ruam kulit, hingga migrain.

Gravatar Image
Seorang Herbalis yang sedang belajar menjadi praktisi thibbun nabawi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *