Fakta Tentang Penyakit Tinnitus [Jenis, Penyebab dan Gejala]

Posted on
Penyebab dan gejala penyakit tinnitus
Penyakit Tinnitus Menyebabkan Tidak Nyaman

Mendengarkan bunyi musik memang menyenangkan, tetapi berbeda jika bunyi tersebut sangatlah mengganggu, terlebih ketika bunyi asing tersebut terjadi tanpa adanya asal suara di sekitar Anda. Itulah Tinnitus, sebuah kondisi dimana telinga Anda akan mendengar suara atau bunyi yang terjadi hanya di dalam telinga Anda, sekalipun Anda berada di tempat yang paling sunyi di dunia ini.

Memiliki arti “dering” dalam bahasa Latin, tinnitus lebih cenderung membuat Anda mendengar sesuatu seperti sebuah dengungan, siulan, atau desisan. Sensasi suara-suara dari tinnitus ini bisa terjadi dalam waktu-waktu tertentu atau bahkan terjadi sepanjang waktu dan bisa sangat mengganggu.

Suara di telinga itu sendiri bisa terdengar seperti nada rendah ataupun nada tinggi. Meskipun selintas seperti gangguan telinga, tetapi sebenarnya sumber asal dari suara tersebut disebabkan oleh sel-sel di otak Anda.

A. Tipe dan Jenis Tinnitus

Tinnitus secara garis besar dapat dikategorikan menjadi dua jenis yang berbeda, diantaranya:

1. Tinnitus Objektif

Biasanya seseorang yang menderita jenis tinnitus ini hanya merasakan suara-suara yang telah disebutkan di atas, tetapi dalam kasus yang lebih jarang bisa pula didengar oleh orang-orang di sekitar Anda. Jenis tinnitus ini disebut sebagai tinnitus objektif yang mana masih bisa dideteksi oleh para pengamat dan para ahli, baik itu dengan cara meneliti telinga Anda secara lebih dekat, atau bahkan menggunakan bantuan stetoskop yang ditekan di sekitar leher dan kepala Anda.

Jenis tinnitus seperti ini pada umumnya telah dikaitkan dengan penyakit otot atau vaskular dan menyumbang sekitar tidak lebih dari 5% dari total kasus tinnitus. Biasanya digambarkan sebagai tinnitus pulsatile yang mana suara terkait terasa berdetak bersamaan dengan denyut nadi seseorang.

2.  Tinnitus Subjektif

Sementara itu, tinnitus subjektif merupakan jenis tinnitus yang paling umum terjadi terhadap kebanyakan orang, dimana suara-suara mengganggu tersebut hanya dirasakan oleh si penderita saja – tidak sampai ke orang-orang di sekitar Anda. Jenis tinnitus ini paling sering muncul terhadap orang dengan gangguan telinga yang umumnya disebabkan oleh akibat kerusakan saraf atau sel rambut.

Baca Juga   13 Makanan Wajib Untuk Anda yang Tengah Menderita Sakit Perut

B. Penyebab Terjadinya Tinnitus

Beberapa gejala seperti flu atau berada di tempat atau area dengan suara keras seperti studio musik atau konser musik dalam jangka yang lama dapat menyebabkan Anda terkena tinnitus sementara dimana tidak dianggap sebagai masalah serius. Tetapi terdapat pula beberapa penyebab utama lainnya yang bisa membuat Anda terkena tinnitus dan membutuhkan perawatan dokter.

1. Kerusakan Telinga Bagian Dalam

Kerusakan di area telinga bagian dalam merupakan alasan yang paling umum dibalik dari munculnya kondisi tinnitus Anda. Pada kondisi normal, suara yang Anda dengar dari luar melakukan perjalanan dari telinga luar melalui telinga tengah, dan akhirnya sampai di telinga bagian dalam. Telinga bagian dalam sendiri terdiri dari koklea, tabung melingkar yang terdiri dari banyak sel-sel rambut sensitif, serta saraf pendengaran yang bertugas dalam menyampaikan suara yang Anda dengar ke otak.

Tetapi ketika koklea tersebut sebagian atau seluruhnya mengalami kerusakan, maka beberapa bagian di otak pun akan berhenti menerima informasi dari telinga. Tetapi, bagian-bagian otak Anda akan tetap mencari informasi sinyal-sinyal suara dari bagian koklea yang masih berfungsi, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan sirkuit neural. Dari sanalah suara bising akan terjadi dan sudah bisa disebut sebagai tinnitus.

2. Usia tua

Pada orang yang lebih tua, tinnitus biasanya merupakan indikasi utama dari gangguan pendengaran yang berhubungan dengan usia alami seseorang. Pada saat ini terjadi, biasanya akan menyebabkan sensitivitas saraf pendengaran Anda menjadi melemah.

3. Terinduksi Kebisingan

Seseorang yang bekerja di lingkungan yang rawan dengan suara keras dan kebisingan dalam durasi yang sangat lama (seperti musisi, event organizer untuk konser musik, dan karwayan pabrik atau industri yang bekerja dengan bisingnya suara mesin) juga dapat menyebabkan mereka mengembangkan kondisi tinnitus.

Baca Juga   9 Cara Mengobati dan Mengatasi Gejala Bronkitis Secara Alami

Paparan suara keras dari waktu ke waktu dapat membahayakan dan merusak sel-sel rambut sensorik halus yang terdapat di dalam telinga bagian dalam serta mengganggu proses pengiriman sinyal suara ke otak Anda.

4. Tinnitus Pulsatil

Pada jenis tinnitus yang satu ini, biasanya Anda akan mendengar suara detakan yang senada dengan denyut nadi Anda sendiri. Penyebab tinnitus pulsatil sendiri biasanya akibat adanya perubahan aliran darah di area leher dan kepala karena penumpukan deposit lemak di dalam dinding arteri sehingga membuat arteri Anda menyempit dan menghalangi aliran darah secara lancar. Tumor otak juga bisa menjadi alasan di balik Anda terkena tinnitus.

5. Efek Samping Obat-Obatan

Masalah munculnya tinnitus Anda pun bisa dipicu oleh efek samping dari obat-obatan tertentu termasuk antidepresan, obat kanker, obat penenang, dan obat anti-radang seperti ibuprofen dan aspirin.

6. Penyebab Lainnya

Selain dari kemungkinan di atas, tinnitus juga juga disebabkan oleh berbagai macam kondisi kesehatan termasuk

  • Tekanan darah tinggi atau rendah
  • Infeksi sinus atau telinga
  • Perubahan hormonal pada wanita
  • Kelainan dalam fungsi kelenjar tiroid
  • Pembuluh darah atau penyakit jantung
  • Infeksi telinga tengah atau otitis media
  • Penyumbatan saluran telinga yang disebabkan oleh menumpuknya kotoran telinga
  • Otosklerosis atau suatu kondisi yang disebabkan oleh pertumbuhan tulang abnormal di telinga bagian tengah
  • Penyakit Meniere
  • Penyakit Paget
  • Gendang telinga yang tertusuk atau berlubang
  • Berkurangnya jumlah sel darah merah sehingga menyebabkan penipisan darah
  • Peredaran yang sangat cepat di tubuh yang mengeluarkan bunyi dan terdengar di telinga Anda.

C. Gejala Penyakit Tinnitus

Sebenarnya, tinnitus sendiri merupakan salah satu gejala yang menAndakan terdapatnya beberapa gangguan pada sistem pendengaran seseorang. Setiap orang biasanya akan memiliki efek yang bermacam-macam dimulai dari ringan hingga berat.

Baca Juga   Selain Sengatan Matahari, 8 Hal Ini pun Bisa Menyebabkan Anda Terkena Kanker Kulit

1. Sensitivitas Terhadap Suara

Beberapa orang mungkin akan merasa lebih sensitif terhadap suara musik, radio, atau televisi dan bahkan terdengar terasa begitu keras meskipun dalam volume normal. Situasi ini disebut sebagai Hyperacusis. Seseorang yang menderita tinnitus berkepanjangan dan gangguan pendengaran juga akan mulai mengalami halusinasi suara atau musik.

2. Kondisi Memburuk Ketika Berada di Tempat Sunyi

Kondisi tinnitus juga biasanya akan semakin memburuk ketika Anda tengah berada di tempat yang sunyi atau dalam waktu-waktu yang sepi seperti malam hari. Pada saat itu, suara berisik di telinga Anda pun akan semakin terdengar lebih jelas sehingga beresiko mengganggu kualitas tidur Anda dan terkena stres.

3. Posisi Fisik Tertentu

Beberapa orang juga cenderung dapat mendengar bunyi-bunyian tersebut ketika tubuh mereka berada pada posisi tertentu seperti berbaring.

Intensitas tinnitus secara luas tergantung pada respon seseorang itu sendiri terhadap kondisi tersebut. Banyak orang merasa kesulitan saat ingin tidur karena suara bising mengganggu tersebut. Terdapat pula yang merasa stres, cemas, hingga depresi. Dan tak jarang pula dari penderitanya yang kemudian sulit berkonsentrasi akibat gangguan dalam telinga mereka.

Meskipun kebanyakan penderita tinnitus cenderung beresiko terkena kehilangan pendengaran, tetapi tinnitus sendiri tidak bisa dijadikan tAnda atau sinyal Anda akan kehilangan pendengaran karena haruslah ada faktor lain yang mendukung hilangnya salah satu panca indra Anda tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *