Sering Mengalami Gejala Kekeringan Mata dan Mulut? Hati-hati Terkena Sindrom Sjogren

Posted on
Penyakit sindrom sjogren
Hati – Hati Mata Kering

Obat tetes mata memang menyegarkan dan bisa mengatasi mata Anda yang tengah kekeringan. Tetapi terkadang, kondisi tersebut tidak bisa diatasi dengan cepat. Bahkan, jika kondisi tersebut dibarengi dengan beberapa gejala lainnya seperti sulit mengeluarkan air mata atau tidak bisa menelan makanan tanpa minum air, maka kemungkinan Anda tengah menderita penyakit yang lebih serius.

Ketika sekresi tubuh menjadi berkurang, serta tingkat energi Anda menjadi hampir hilang seketika, bisa jadi Anda tengah menghadapi suatu penyakit yang disebut dengan sindrom Sjogren.
Sjogren (baca: shou-grin) merupakan salah satu kondisi autoimun dimana sistem kekebalan tubuh Anda akan secara keliru menyerang jaringan yang sehat di tubuh Anda sendiri.

Penyakit ini menyerang dan meradangkan kelenjar-kelenjar di tubuh yang memproduksi air mata dan air liur. Selain itu, penyakit ni juga bisa menyerang kelenjar penghasil cairan lainnya sekaligus merusak organ dan sistem tubuh secara bersamaan.

Para ahli sendiri masih belum menemukan penyebab pasti dari sindrom Sjogren ini. Mereka masih berspekulasi bahwa genetik sangatlah memainkan peran penting. Juga, beberapa faktor resiko lainnya termasuk faktor lingkungan, virus, atau bakteri yang cenderung mendorong sistem kekebalan tubuh Anda menjadi aktif secara liar.

Meskipun menjadi jenis penyakit autoimun paling umum kedua setelah rheumatoid arthritis atau reumatik, tetapi masih banyak sekali orang yang belum mengetahui nama dan cara mendiagnosanya. Dan layaknya seperti penyakit autoimun pada umumnya, gejala sindrom Sjogren bisa menetap dalam jangka waktu yang lumayan lama, dan kambuh dalam waktu-waktu tertentu.

Saking asingnya, seorang profesor oftalmologi bernama Esen Akpek, MD, yang berasal dari Johns Hopkins University’s Wilmer Eye Institute di Baltimure mengatakan bahwa banyak orang yang telah terkena penyakit sindrom Sjogren tetapi tetap mengabaikan gejalanya bahkan hingga bertahun-tahun karena tidak pernah mengetahui dan mendengar jenis penyakit yang satu ini.

Baca Juga   13 Makanan Wajib Untuk Anda yang Tengah Menderita Sakit Perut

Sindrom Sjogren sendiri bisa muncul sendiri atau bersama dengan kondisi autoimun lainnya. Sayangnya, hingga saat ini belum terdapat obat yang dapat menyembuhkan sindrom Sjogren. Tetapi Anda masih bisa menemukan beberapa obat-obatan yang dapat mengendalikan peradangan yang disebabkan olehnya.

Para ahli sendiri menyarankan Anda untuk segera mendapatkan perawatan secepatnya jika mengalami sindrom yang satu ini. Untuk mengetahui apakah Anda telah terkena atau belum, berikut sudah kami rangkum gejala dari sindrom Sjogren untuk Anda.

Gejala Sakit Sindrom Sjogren :

1. Mata Kering

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa sindrom Sjogren dapat meradangkan kelenjar penghasil cairan di tubuh Anda, sehingga akan mengurangi produksi air mata yang normal. Hasilnya, orang-orang yang terkena kondisi ini cenderung mengalami kekeringan mata secara kronis. Untuk mengetahuinya, coba perhatikan apakah air mata Anda keluar atau tidak ketika menangis.

Kekeringan mata bukanlah sekedar gangguan kecil semata. Ketika mata Anda membutuhkan kelembaban, maka lapisan jaringan transparan yang menutupi mata Anda bisa menjadi kabur. Terkadang disertai juga dengan bisul hingga berkembang menjadi infeksi. Dalam beberapa kasus yang lebih parah, kekeringan mata bisa mengancam daya penglihatan Anda secara fatal.

Kekeringan yang terjadi di mata Anda bukanlah hal yang normal. Jika Anda tiba-tiba mengalami situasi tersebut dan merasa kekeringan mata Anda semakin parah dari waktu ke waktu, kemungkinan besar Anda telah terkena sindrom Sjogren.

2. Kekeringan Mulut

Orang-orang yang menderita Sjogren akan menderita kekeringan mulut kronis karena mereka tidak mampu memproduksi air liur yang cukup.

Jika Anda tiba-tiba kesulitan menelan makanan kering, atau bahkan tidak mampu menelannya sama sekali tanpa bantuan air minum, maka itu sudah menjadi gejala yang sangat jelas Anda tengah menderita sindrom Sjogren. Komposisi dari air liur tersebut pun akan berubah yang mana beresiko mengembangkan masalah dengan gigi dan gusi Anda, seperti gigi berlubang, gingivitis, atau infeksi mulut. Beberapa orang juga mengalami kebengkakan di kelenjar ludah mereka.

Baca Juga   10 Makanan yang Cocok Dikonsumsi Saat Radang Tenggorokan Menyerang

3. Nyeri Sendi

Untuk beberapa orang, nyeri sendi bisa menjadi tAnda pertama dari sindrom Sjogren, bahkan sebelum kekeringan mata atau mulut menyerang mereka.

Kerapuhan dan pembengkakan sendi, terutama di jari-jari, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki merupakan gejala yang paling umum terjadi. Bahkan beberapa orang lainnya juga mengalami rasa nyeri di area bahu, lutut, hingga panggul.

Bagian ini sangatlah sulit untuk dideteksi karena biasanya akan tumpang tindih dengan rasa nyeri sendi pada umumnya, yang normalnya bisa hilang dalam beberapa hari atau setelah mendapatkan terapi pijat.

4. Kelelahan

Selalu merasa energi Anda terkuras habis? Kelelahan kronis juga bisa menjadi gejala inti dari berbagai macam jenis penyakit autoimun, termasuk sindrom Sjogren.

Dalam sebuah penelitian dan panduan pengobatan yang diterbitkan oleh University of Pennsylvania, seorang ahli rheumatology bernama Frederick Vivino, MD, bersama dengan teman-temannya bahkan menggambarkan kelelahan kronis tersebut telah menjadi gejala yang paling menantang yang harus dihadapi oleh para penderita penyakit sindrom Sjogren.

5. Kulit Kering, Ruam, dan Luka

Terkadang, orang-orang yang tengah menderita sindrom Sjogren juga bisa mengembangkan kekeringan kulit atau penipisan kulit. Tak jarang pula dari mereka yang mengalami ruam, atau mengalami vaskulitis – sebuah kondisi dimana luka di kulit Anda tidak bisa disembuhkan secara alami oleh tubuh.

6. Kekeringan dan Infeksi Vagina

Jika Anda seorang wanita yang kebetulan menderita sindrom Sjogren, maka Anda pun akan mengalami kekeringan di alat reproduksi Anda. Dan ketika cairan dalam vagina tersebut benar-benar mengering sepenuhnya, maka berbagai macam masalah akan mulai bermunculan. Salah satu yang paling umum adalah infeksi jamur dan rasa sakit di area vagina yang diiringi dengan perasaan terbakar atau gatal.

Baca Juga   6 Cara Alami Mengobati dan Mengatasi Infeksi Jamur

Kekeringan vagina memang sangatlah umum saat seorang wanita telah memasuki fase menopause. Tetapi sayangnya, sindrom Sjogren bisa membuat situasi tersebut semakin memburuk dan menyebabkan rasa sakit selama berhubungan biologis.

7. Mati Rasa, Pusing, hingga Masalah Ingatan

Sjogren juga bisa merusak sistem saraf pusat dan perifer di tubuh Anda. Pada dasarnya, komplikasi neurologis bisa berlangsung secara keseluruhan sehingga bisa menyebabkan Anda rasa sakit, terbakar, kesemutan, hingga mati rasa di area ekstremitas Anda, terutama tangan dan kaki.

Beberapa orang juga mengalami masalah dengan otak mereka seperti sulit konsentrasi dan brain fog (mudah lupa dan hilang fokus). Efeknya, kemungkinan Anda akan memiliki masalah dengan keseimbangan saat berjalan atau sekedar berdiri. Terkadang gaya bicara pun akan terpengaruhi secara signifikan.

8. Komplikasi

Sindrom Sjogren dapat mempengaruhi banyak sekali organ di tubuh Anda, termasuk paru-paru, hati, dan ginjal. Anda juga beresiko mengalami batuk membandel hingga penyakit bronkitis berulang. Tetapi komplikasi yang paling berbahaya adalah limfoma.

Limfoma sendiri merupakan sejenis kanker yang mulai mempengaruhi sel darah putih pembasmi infeksi, yang disebut dengan limfosit. Pada kasus Sjogren, sel-sel inilah yang menyerang kelenjar penghasil cairan di tubuh Anda. Tetapi masih belum diketahui secara jelas kenapa sel-sel tersebut bisa berubah menjadi kanker. Faktanya, orang-orang yang memiliki penyakit sindrom Sjogren lebih cenderung mengembangkan limfoma dibandingkan dengan masyarakat sehat pada umumnya.

Gravatar Image
Seorang Herbalis yang sedang belajar menjadi praktisi thibbun nabawi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *